Deview,  Event

Jangan jadi CPNS kalau Kamu Mengharapkan Take Home Pay Lebih Dari Ini !!!

Tahun 2018 ini, berbagai instansi pemerintah membuka seleksi CPNS secara serentak untuk berbagai formasi baik untuk instansi pusat maupun instansi daerah setelah beberapa tahun moratorium.

Tak dapat dipungkiri antusias masyarakat, khususnya angkatan usia produktif untuk berpartisipasi dalam seleksi sangat besar. Dengan berbagai alasan mulai hanya sekedar ingin mendapatkan pekerjaan ataupun alasan lain.

Tahukah kamu berapa Take Home Pay akan kamu peroleh setelah menjadi CPNS?

Apa saja komponennya?

Berikut ulasannya !

  1. Gaji Pokok

Gaji pokok merupakan komponen Take Home Pay pertama yang akan kita bahas.

Gaji pokok dibayarkan oleh pemerintah pusat. Jumlahnya akan sama jika kamu memiliki golongan dan masa kerja yang sama apapun instansi tempat kamu bernaung dan apapun jabatan yang kamu emban. Misalnya gini, CPNS yang bernaung dibawah instansi Kementerian Keuangan dengan golongan III/a masa kerja  0 tahun 0 bulan (Baru lulus CPNS) akan memiliki gaji pokok yang sama dengan CPNS di  Kabupaten pada Provinsi Papua apapun Jabatan yang sedang diembannya.

Contohnya lebih jelasnya seperti ini :

Berdasarkan PP No. 15 tahun 2019 Perubahan Ketujuh Belas atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil , PNS yang bergolongan III/a masa kerja 0 Tahun 0 Bulan akan mendapatkan gaji pokok sebesar Rp. 2.579.400

Kalau kamu baru dinyatakan lulus atau masih berstatus CPNS gaji yang kamu dapatkan hanya sebesar 80% dari Gaji pokok normal  atau sampai huruf C hilang dari Status PNS kamu alias kamu bukan CPNS lagi.

Kapan CPNS akan berubah menjadi PNS? CPNS akan menjadi PNS setelah selesai menjalani  dan dinyatakan lulus Diklat Prajabatan

2. Tunjangan dari Pemerintah Pusat

Selain Gaji Pokok,  ada berbagai tunjangan yang melekat dengan gaji pokok yang diberikan bersamaan dengan pemberian gaji pokok. Terdiri dari tunjangan istri sebesar 10% dari gaji pokok, tunjangan anak sebesar 2% dari gaji pokok (Jika sudah berkeluarga), tunjangan umum/ struktural (diberikan berdasarkan jabatan yang kamu emban) dan tunjangan beras

3. Tunjangan Kinerja

Berbeda dengan tunjangan yang telah disebutkan diatas, tunjangan kinerja diberikan oleh Instansi yang menaungi kamu. Tunjangan antara satu instansi dengan instansi lain berbeda, disesuaikan dengan beban kerja dan kemampuan keuangan instansi tersebut. Misalnya jika kamu lulus CPNS di Kementerian Keuangan maka Tunjangan Kinerja kamu akan mengikuti standar Kementerian Keuangan dan akan berbeda jika kamu lulus CPNS di Pemkot Bandung.

Selain itu hal yang perlu kamu ketahui, waktu pembayaran tunjangan kinerja sangat fleksibel tidak seperti Gaji Pokok dan Tunjangan dari Pemerintah Pusat yang selalu dibayarkan setiap awal bulan.

Sebagai gambaran, besaran tunjangan kinerja di Pemkot Bandung  memiliki banyak sekali indikator yang harus dipenuhi. Secara umum Tunjangan Kinerja Kota Bandung jika semua indikator terpenuhi angka minimal yang diperoleh untuk Jabatan Pelaksana atau biasa dikenal dengan staf sebesar Rp. 5.000.000 dan angka maksimal sebesar Rp. 17.000.000 tergantung tingkat pendidikan, beban kerja, golongan, grade jabatan, dan tingkat kedisiplinan.

Untuk lebih jelas nanti akan saya bahas secara detail ditulisan lainnya.

Kesimpulannya jika kamu nanti dinyatakan lulus CPNS pintar-pintar lah memanage keuangan kamu agar tetap stabil dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang berbau KKN.  Tetapi jika kamu mengharapkan lebih dari itu, please jangan jadi CPNS cari pekerjaan lain aja.. hehe

Dan terakhir, selamat mencoba dan berjuang melalui semua test untuk jadi CPNS bagi yang berminat.

Semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *