Daily Life,  Deview

Life Mapping Strategy

Kalau ada diantara kita yang punya sindrom rendah diri, sindrom tidak percaya pada kemampuan diri sendiri, sindrom merasa diri kita tidak berguna, biasa orang-orang yang seperti ini belum tau bahwa setiap insan didunia ini adalah juara.

Bagaimana kita tahu?

Pertama, dari proses penciptaan manusia itu sendiri.

Kita lahir didunia itu tidak muncul begitu saja. Ada proses yang kita lalui. Proses kehadiran kita didunia sudah menjadi bukti kita menjadi juara. Dimana kita sudah mengalahkan lebih dari satu milyar calon manusia lain. Karena pada proses pembuahan, ada lebih dari satu milyar sperma ayah kita yang berjuang untuk membuahi sel telur ibu kita, dan kita lah yang menjadi pemenangnya. dan tentunya Allah tidak main-main dalam menentukan siapa pemenang dari lebih satu milyar sperma itu, pastinya ada alasan mengapa kita yang menjadi pemenangnya. 😀

Melalui firmannya Allah secara tersurat sudah menjelaskan kepada kita dalam Surat At-Tin Ayat 4 :     

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيم

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Begitu juga Allah menyatakan dalam Surat Al-Isra ayat 17 :

وَ لَقَدۡ کَرَّمۡنَا بَنِیۡۤ اٰدَمَ وَ حَمَلۡنٰہُمۡ فِی الۡبَرِّ وَ الۡبَحۡرِ وَ رَزَقۡنٰہُمۡ مِّنَ الطَّیِّبٰتِ وَ فَضَّلۡنٰہُمۡ عَلٰی کَثِیۡرٍ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِیۡلً

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”

Oleh karena itu, kita harus meyakini bahwa kita semua adalah pemenang, kita adalah juara, kita lah yang terbaik. 🙂 Untuk itulah kita harus sangat sangat meyakini bahwa sejatinya kita sebagai manusia memiliki potensi yang luar biasa, tidak ada kata untuk tidak percaya pada kemampuan diri sendiri #saynotorendahdiri

ett.. tunggu tunggu ?

kenapa jadi bahas tentang percaya diri dan potensi manusia, sedangkan judulnya Life Mapping ?

Jadi gini ceritanya, berdasarkan ayat-ayat cinta Allah diatas, kita kan sudah tau, kalau kita itu makhluk yang terbaik dan memiliki kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang di ciptakan-NYA. Tentunya Allah menciptakan manusia dengan sempurna ini dengan maksud dan tujuan. Apa itu tujuannya ?

Allah sudah menetapkan tujuan umum manusia yang menjadi nyawa bagi tujuan lainnya secara jelas dalam Surat Al-Zariat Ayat 56 :

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Selain tujuan umum tentunya kita boleh memiliki tujuan khusus kita tanpa melanggar dan bersinggungan dengan tujuan khusus manusia. Sehingga tujuan khusus kita ini harus lah mendukung mencapai tujuan umum manusia dan tentunya sesuai dengan potensi manusia yang paling mendukung untuk dikembangkan. Karena walaupun manusia itu sama sempurnanya dan sama potensinya akan tetapi potensi akan akan lebih mudah keluar jika dalam kehidupannya potensi itu lebih sering digunakan atau berada pada lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan potensi tertentu.

Gimana ya contohnya ?

Semua orang berpotensi menjadi perenang yang baik tetapi orang yang tinggal di lingkungan sungai akan lebih mudah mengembangkan potensi renangnya dibandingkan dengan orang yang tinggal digurun pasir yang tandus atau seorang anak dari pengusaha bakery akan lebih mudah mengembangkan potensi bakingnya dari pada anak yang terlahir dikeluarga pegulat. 😀

Hal yang perlu diingat bahwa Allah menyukai hamba yang sukses.

Darimana kita tau?

Dalam sebuah hadist diriwatkan:

“Dari Abu Khurairah Radiyallahu Anhu ia berkata : Rasullullah Sallallahu Alayhi Wassalam bersabda : “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan menjadi lemah. Jika kamu ditimpa sesuatu, jangan berkata seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu, tetapi katakanlah Allah telah menakdirkan dan  kehendak Allah pasti dilakukan. Sebab kata ‘seandainya’ itu dapat membuka perbuatan setan” (HR. Muslim)”

Dalam kalimat pertama hadist diatas sudah tersirat secara jelas bahwa mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah. Kuat dalam apa?  Ya dalam segala aspek kehidupan. Dari segi ekonomi, segi kekuasaan maupun dari segi keilmuan. Jadi sangat salah jika ada orang yang menganggab bahwa tugas manusia pada umumnya beribadah kepada Allah hanya dengan sholat terus menerus tetapi lalai terhadap tugas khususnya sebagai ibu, istri, suami dan anak atau bahkan dalam profesi apapun muslim yang kuat akan lebih dicintai oleh Allah tentunya. Misalnya pemimpin yang negara yang kuat lebih dicintai Allah dari pada pemimpin yang kurang memiliki kemampuan dalam memimpin atau seorang ASN atau karyawan atau pengusaha  yang jujur, cerdas dan produktif mendukung tegaknya hukum Allah tentunya lebih dicintai Allah dari pada yang hanya sekedar menjalani apa adanya. 😀

Dalam hadist itu juga kita diperintahkan bersemangat meraih apa-apa yang berguna bagi kita dan diperintahkan juga memohon pertolongan kepada Allah untuk meraih tujuan kita serta kita dilarang untuk menjadi lemah. dengan kata lain kita diperintah bersungguh-sungguh dalam meraih tujuan kita.

Nah, dalam mempermudah kita mencapai tujuan umum dan tujuan khusus kita ini lah teknik life mapping strategy diperlukan.

Life Mapping Strategy ini adalah salah satu teknik untuk pemanfaatan seluruh otak manusia melalui perenungan-perenungan penting yang mendalam kemudian kita tuangkan dalam sebuah peta atau gambar.

Peta ini menggambarkan tentang apa saja tujuan hidup kita, siapa diri kita, apa peran kita,  bagaimana step-step kita dalam mencapai tujuan kita dan lain sebagainya yang kita perlukan sebagai guideline kita dalam mencapai tujuan hidup dan melejitkan potensi diri kita.

Saya akan memberikan sedikit gambaran seperti apa life mapping itu, sekali lagi ini hanya contoh, masing-masing orang bisa membuat life mapping sesuai kebutuhan dan tujuan hidup. NB : Contoh ini bukan juga life mapping saya yang sebenarnya  😉 😉

Contoh Life Mapping

Perlu tidak sih buat Life Mapping gitu? Itu kayak kerjaan anak SMA yang lagi bermimpi besar deh, atau hidupku baik-baik aja tanpa life mapping atau juga aku walaupun buat life mapping tetap aja hidupku gini-gini aja.. 🙂 Nah, itu sepertinya suara-suara devil pembisik dikepala setelah tau lihat gimana itu life mapping. I feel it.. 😉

Tentunya perlu yaa..

Life mapping pertama dapat digunakan sebagai modal utama untuk melangkah, sehingga kita tidak tergesa-gesa dan terarah.

Yang kedua life mapping dapat digunakan sebagai guidelines sehingga kita memiliki kejelasan dalam mengambil tindakan. Misalnya seorang perawi hadist, Abu Huraira, setelah bermuhasabah mendapati dirinya memiliki ketertinggalan dalam masuk dan memahami Islam dan usianya tidak muda lagi. Oleh karenanya Abu Hurairah mengambil tindakan selalu menyertai Rasul kemanapun Rasul berada dengan harapan beliau bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Rasul di sisa umurnya. sehingga akhirnya Abu Huraira menjadi salah satu perawi hadist. Subhanallah 🙂

Manfaat ketiga, life mapping dapat digunakan sebagai analisis kegagalan yang dituliskan.  Artinya kita harus menuliskan segala sesuatu yang realistis dalam merencanakan tujuan khusus hidup kita. Adalah tidak realistis jika kita baru punya keinginan ingin mejadi Investor Terkaya Tahun 2020 tetapi kita tidak memiliki ilmu apapun dalam investasi. ( *noyor diri sendiri 😀 )

Manfaat keempat, life mapping membantu kita bersikap sesuai prioritas. Salah satu syarat untuk tercapainya tujuan kita adalah dengan menentukan skala prioritas.

next, dengan life mapping kita dapat menuliskan potensi kita dan mendayagunakan potensi kita dengan optimal.

and the last, life mapping bisa kita gunakan sebagai alat evaluasi dan koreksi diri. Ketika kita telah melakukan semua, telah menentukan prioritas tetapi masih gagal mungkin masih ada yang salah dalam diri kita. Misalnya kita berencana pada tahun 2025 akan Jalan-jalan keliling Eropa tapi ternyata pada 2025 itu tidak tercapai. maka kita akan cek apakah perencanaan keuangan kita benar atau apakah kita boros sehingga tidak bisa menabung sesuai target.

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *