Daily Life

Resolusi 2018 After Tahun Baru Hijriah

Loh, kok September baru ngomongin resolusi 2018?

Tahun 2018 udah mau habis juga.

Orang lain kan biasanya ngomongin resolusi tahun 2018  itu diakhir tahun 2017  saat memasuki tahun 2018?

Mungkin pertanyaan ini yang muncul saat membaca artikel ini.

Ya.. sebenernya saya udah buat resolusi ini dari awal tahun tapi berhubung belum bisa istiqomah jadi saya berusaha mengingat kembali resolusi 2018 yang saya buat awal tahun ini.

Selain itu, saya sedikit merevisi resolusi tahun ini yang bertepatan dengan moment  Tahun baru Hijriah dan Moment perpindahan umur saya yang seminggu lagi akan berpindah menjadi kepala 3. (What??? Kepala 3, aku sudah tuir ternyata.. eh belum ding.. eh relative ding..)

Sebenernya apa sih resolusi saya tahun 2018 ??

  1. Pregnant 1st Kids
  2. Upgrade menjadi istri yang lebih memahami suami
  3. Istiqomah Qiyamul Lail, Dhuha, Muthabaah harian lain.
  4. Ikut Kajian Islam/Tabligh Min. 1 Bulan Sekali
  5. Mengulang Kembali Hafalan Juz Amma yang sudah berserakan kemana-mana (mungkin saya udah banyak berbuat dosa kecil atau bahkan dosa besar, jd hafalan qur’an berserakan)
  6. Ikut diklat yang berhubungan dengan karir minimal 2x tahun ini.
  7. Membagi waktu lebih baik.

Sederhana aja kan resolusi saya tahun ini? resolusi saya tahun ini bukan lah soal punya Rumah Cash Tanpa Riba di Summarecon atau Pleasuran Keliling Eropa. Resolusi saya selain no. 1  sebenernya kuncinya konsisten dan disiplin. (Khusus Resolusi No. 1 ini adalah resolusi saya tahun yang 2016 lalu masuk lagi dalam resolusi tahun 2017 dan masih tetap betah menjadi resolusi tahun 2018, karena qadarullah belum dikabulkan sama ALLAH).

Untuk resolusi no. 2.. hehe.. siapa coba yang ga mau lebih saling memahami dengan pasangan hidup?

Emang sekarang belum paham suami gitu?

bukan.. bukan ga paham, kan mau lebih memahami. Kan tidak mudah untuk menyatukan dua orang yang tadinya punya impian masing-masing dan sekarang harus meleburkan visi dan misi menjadi satu demi mencapai keluarga sakinah, mawaddah wa rahma. Sampai-sampai saya ikut Sekolah Onlinenya Ummu Balqis @bengkeldiri untuk mengupgrade pengetahuan dan pemahaman dalam berumah tangga.

Untuk resolusi no. 3 s.d no. 6 itu sangat bergantung dengan resolusi no. 7

Trus resolusi mana yang mau direvisi??

Nah,, itu dia.. resolusi yang no. 7 Membagi waktu lebih baik.

Soal membagi waktu ini memang susah susah mudah., lagi lagi kuncinya konsisten dan disiplin. Berkali-kali membuat schedule harian dan berkali-kali direvisi juga.

Kendalanya apa gitu.. sampai direvisi berkali-kali gitu?

Mungkin bukan waktu aja yang harus dibagi dengan baik tapi energi juga harus dibagi dengan baik.

Karena sering kali jadwal yang saya buat mundur hanya karena saya kelelahan setelah pulang kerja yang sering kali setelah azan magrib baru tiba rumah. Not Bad sih untuk ukuran jarak rumah yang jauh dari kantor dan setelah menempuh jalanan macet Kota Bandung yang entah mengapa setiap hari makin macet aja.

Padahal dalam schedule yang saya susun  itu sehabis pulang kerja adalah quality time dengan suami yang diisi dengan Tahsin dan Tahfiz Al-qur’an lalu lanjut untuk persiapan masak memasak esok harinya. Tapi karena kelelahan sering kali jadi schedule itu terlewatkan begitu aja sehingga berpengaruh terhadap target-target hafalan yang udah disusun.

Makanya, saya revisi lagi.. jadi resolusinya ke 7 menjadi Membagi waktu dan energi lebih baik.

Jadi saya harus seimbang dalam membagi waktu dan energi sehingga Resolusi 1 sampe 6 saya bisa tercapai tahun ini.

Amin.

Kalau kamu apa resolusi kamu tahun ini??

 

 

 

 

 

Silahkan membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat