Hukum Memakai Baju Baru Saat Lebaran, Wajib ?

Hukum Memakai Baju Baru Saat Lebaran, Wajib ?

Lebaran tinggal menghitung hari. Menjelang lebaran biasanya pusat perbelanjaan biasanya sesak dipenuhi oleh pengunjung yang membeli baju baru untuk lebaran. Namun ditengah pandemi seperti saat ini dimana kita tetap harus dirumah aja selama lebaran apa bedanya baju baru vs baju lama? Apa hukum memakai baju baru saat lebaran?

Baju baru Alhamdulillah, Untuk dipakai dihari raya, Tak punya pun tak apa-apa, Masih ada baju yang lama

Lagu anak tahun 90-an

Seperti lagu yang dinyatakan dalam lagu anak tahu 90-an diatas. Tidak punya baju baru itu tidak masalah. Memakai baju baru pada saat lebaran hanyalah sebuah tradisi.

Tidak ada dalil dalam al-qur’an yang menyatakan ketika lebaran harus menggunakan baju baru. Yang ada hanyalah anjuran menggunakan pakaian yang indah saat ke mesjid dan juga dilarang berlebih-lebihan.

Seperti yang tertera dalam Q.S Al-araf : 31

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan

QS. Al-araf : 31

Jadi kesimpulannya tidak ada ayat dalam Al-qur’an yang mengatur hukum baju baru saat lebaran. Apalagi ayat yang menyatakan wajib memakai baju baru. Wallahu a’lam

Bagaimana sih pakaian yang indah dan baik menurut al-qur’an?

Begitu lengkap ajaran islam, bahkan dalam hal berpakaian pun umat nabi akhir zaman ini diatur sedemikian rupa.

Al-qur’an tidak mensyaratkan model baju tertentu. Poin utama dalam berpakaian adalah untuk menutup aurat. Jadi tidak masalah model dan desainnya seperti apa yang utama adalah menutup aurat.

Seperti yang tertera dalam QS. Al-araf ayat 26

Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian yang indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

QS. Al-araf : 26

Apa Aurat Bagi Muslimah ?

Batasan aurat bagi muslimah menurut para imam-imam besar dapat disimpulkan seperti ini :

  1. Aurat menurut Mazhab Imam Hanafi
  2. Aurat menurut Mazhab Imam Maliki
  3. Aurat menurut Mazhab Imam Syafi’i
  4. Aurat menurut Mazhab Imam Hambali

Aurat menurut Mazhab Imam Hanafi

Imam Hanafi berpendapat seluruh tubuh perempuan adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan.

Imam al-Kasani al-Hanafi berkata dalam Bada’I’ ash-Shana’I’: “Laki-laki asing (tidak mahram) tidak boleh melihat perempuan yang tidak mahram yang merdeka (bukan hamba sahaya), tidak boleh melihat seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan, berdasarkan firman Allah surat an-Nur ayat 30.

Aurat menurut Mazhab Imam Maliki

Imam Maliki berpendapat aurat perempuan muslim (muslimah) adalah seleuruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

Imam ad-Dardir al-Maliki berkata sebagaimana yang disebutkan dalam Aqrab al-Masalik: “Aurat perempuan terhadap laki-laki yang tidak mahram adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan. Muhammad bin Ahmad yang dikenal denganm nama ‘Alisy berkata dalam Manh al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil: “Aurat perempuan merdeka terhadap laki-laki tidak mahram yang muslim adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan, bagian atas dan bawah. Wajah dan telapak tangan bukan aurat, boleh dibuka terhadap laki-laki yang bukan mahram.

Aurat menurut Mazhab Imam Syafi’i

Imam Syafi’i menyatakan aurat perempuan dalam shalat mau diluar shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan

Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari asy-Syafi’i berkata dalam Asna al-Mathalib: “Aurat perempuan dalam shalat dan terhadap laki-laki yang bukan mahram meskipun di luar shalat adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan, bagian luar dan bagian dalam, hingga pergelangan tangan.

Aurat menurut Mazhab Imam Hambali

Mazhab hambali menyatakan bahwa seluruh tubuh perempuan adalah aurat termasuk wajah dan telapak tangan.

Ibnu Qudamah berkata dalam al-Mughni: “Sebagian ulama mazhab Hanbali berkata, ‘Sesungguhnya perempuan itu seluruh tubuhnya adalah aurat. Karena diriwayatkan dalam hadits dari Rasulullah Saw, “Perempuan itu aurat”. Hadits riwayat at-Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits hasan shahih”. Akan tetapi diberi dispensasi untuk memperlihatkan wajah dan telapak tangan, karena menutupinya menimbulkan kesulitan, dank arena boleh melihat wajah dan telapak tangan ketika proses pertunangan, karena tempat berkumpulnya kebaikan.

Untuk mengetahui pembahasan lebih lengkap tentang aurat wanita dapat langsung mengunjungi website Ustadz Abdul Somad disini

Baca Juga : Referensi Akun Kajian Online Terfavorite

Related Posts

Lebaran Dimana ? Yuk, Kunjungi Destinasi Wisata Edukatif di Kota Bandung

Lebaran Dimana ? Yuk, Kunjungi Destinasi Wisata Edukatif di Kota Bandung

Ide Kegiatan Saat Puasa

Ide Kegiatan Saat Puasa

Referensi Akun Kajian Online Terfavorite

Referensi Akun Kajian Online Terfavorite

Referensi Akun Instagram Favorit Mencari Ide Resep Masakan

Referensi Akun Instagram Favorit Mencari Ide Resep Masakan

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welcome To My Blog

Hallo, perkenalkan Saya Devi Septiaris Dalimunthe.
Panggil saja Saya, Devi.
Saat ini berdomisili di Bandung dan bekerja di salah satu institusi pemerintah.

See more about me

Recent Posts

Blog’s Archive