Daily Life,  Deview,  Politic

Pandemi Covid-19 : Dampaknya Terhadap ASN

Sejak diumumkan pasien pertama terinfeksi Covid-19 di Indonesia secara resmi, sepertinya hampir seluruh perhatian warga Indonesia tercurah pada Virus ini. Tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebagai Aparat Negara, sebagian ASN masih di tuntut tetap hadir bekerja dikantor demi tetap berjalannya pelayanan pada masyarakat. Dengan sistem piket dan mengutamakan yang hadir bagi ASN yang di bawah 50 tahun, tidak memiliki gejala Covid-19.

Bagi ASN yang sedang tidak piket, tetap bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dengan ketentuan harus siap tetap hadir di kantor jika sewaktu-waktu pimpinan membutuhkan untuk kelancaran tugas organisasi

Meskipun tidak sebesar dampak bagi pekerja harian lepas, penghasilan ASN juga terimbas oleh pandemic Covid-19. Ditengah pemberlakuan Social Distancing, dimana banyak kantor dan usaha yang terpaksa harus mengurangi aktivitasnya yang berakibat kegiatan ekonomi tidak berjalan dengan semestinya.

Hal ini membuat penerimaan pajak negara dan pajak daerah berkurang dan tidak memenuhi target hingga berimbas pada tidak terlaksananya banyak program pemerintah.

Begitu juga dengan gaji dan tunjangan untuk ASN. Karena jalan terbaik bagi pemerintah untuk dapat membiayai dampak covid-19 bagi masyarakat salah satunya dengan mengurangi gaji dan tunjangan ASN.

Untuk itu, bagi ibu-ibu yang suaminya bekerja sebagai ASN, harap memaklumi jika suami membawa take home pay yang lebih kecil dari biasanya. Hal itu bukan karena mereka mulai menyembunyikan sesuatu namun merupakan imbas dari pandemic covid-19.

Saat ini, memang saatnya kita saling menolong. Bukan saling mendorong. Saling mendukung bukan menjatuhkan.

Silahkan membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat

5 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *