Manajemen Keuangan untuk Keluarga Millenial, Perlu ?

Manajemen Keuangan untuk Keluarga Millenial, Perlu ?

Keluarga merupakan komponen terkecil dari negara. Negara yang baik berasal dari kumpulan banyak keluarga yang baik. Begitu juga dengan keuangannya. Manajemen keuangan dalam negara di atur oleh menteri keuangan. Bagaimana dengan keluarga?

Dalam kehidupan berkeluarga, idealnya ada satu pihak yang mengatur dan mengelola keuangan. Sebagian atau sekitar 50% keluarga di Indonesia, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keuangannya dikelola oleh istri atau ibu rumah tangga atau sekarang yang populer disebut emak-emak. Sehingga emak-emak ini layak dijuluki dengan menteri atau menajer keuangan keluarga.


Mengapa emak-emak menjadi manajer keuangan dalam keluarga?

Salah satunya untuk meringankan suami yang sudah bekerja mencari nafkah. Dikarenakan para suami waktunya yang terkuras habis oleh jadwal kerja, ada baiknya emak-emak sebagai istri yang solehah meringankan bebannya dengan mengatur dan mengelola hasil yang didapat suami dari bekerja secara optimal.

Selain itu, untuk antisipasi kondisi tertentu yang tidak diinginkan terjadi dalam keluarga. Misalnya suami sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga meninggal dunia terlebih dahulu (Naudzubillah min Dzalik). Jika istri bukanlah orang yang mengelola keuangan keluarga sejak awal, atau tidak terlibat sama sekali dalam pengelolaan keuangan keluarga, istri pastinya akan menjadi sangat panik. Karena tidak tahu dimana uang disimpan, apakah ada hutang yang masih tertinggal yang mesti dibayar.


Bagaimana jika suami dan istri dalam keluarga sama-sama bekerja, lalu siapakah yang menjadi manajer keuangan keluarga?

Dalam kasus seperti ini biasanya penghasilan istri dan suami digabung menjadi satu, kemudian diatur oleh istri. Atau tergantung kesepakatan bersama antara suami dan istri.


Apakah ada suami yang menjadi manajer keuangan sedangkan istri yang bekerja menafkahi keluarga ?

Mungkin ada, namun rasanya sangat sedikit, mengingat agama dan norma yang berlaku dalam masyarakat Indonesia, tugas suamilah yang mencari nafkah sedangkan istrilah yang mengelola rumah.


Hal-hal utama yang perlu dilakukan dalam mengelola keuangan keluarga ?

  1. Mencatat Pendapatan dan Pengeluaran
  2. Membuat Perencanaan Keuangan


Hmm… Nyatet Pendapatan dan Pengeluaran? Ribet ga sih?

Hidup ditengah-tengah generasi millenial, emak-emak jaman now tentunya banyak godaan diskonan, nongkrong dan travelling yang mampir setiap saat yang menggoda uang yang kita miliki untuk mengalir sampai jauh. Oleh karena itu pencatatan dapat digunakan sebagai bahan untuk evaluasi kemana saja uang yang suami dan yang kita hasilkan mengalir. Apakah untuk hal yang produktif dan memenuhi kebutuhan hidup atau hanya godaan diskon sesaat.

Sebenarnya mencatat keuangan itu ga ribet Mak. Seandainya ribet dikit juga ga papa la ya mak, dari pada keuangan keluarga kita acak-acakan. Lagian sekarang ada banyak aplikasi di playstore yang mempermudah kita mencatat pengeluaran dan pemasukan keluarga. Tinggal diniatin saja. Luangkan waktu 10 menit/hari untuk mencatat pengeluaran harian.

“Catatan Keuangan Harian” yang bisa didownload diplaystore merupakan salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran. Aplikasi ini mudah untuk digunakan karena dapat diinstall di Smartphone yang hampir selalu kita bawa kemana-mana dan yang terpenting aplikasi ini free. 😀 (Haha)

Aplikasi : Catatan Keuangan Harian


Seberapa Penting Perencanaan Keuangan Keluarga ?

Perencanaan keuangan sangat penting untuk mencapai kondisi keuangan yang sehat. Dengan adanya perencanaan, struktur keuangan keluarga dapat lebih terkontrol dan terpola dengan baik. Hal mendasar sebelum memulai merencanakan keuangan keluarga, pisahkanlah antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang akan menimbulkan efek/ konsekuensi apabila tidak terpenuhi, sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang bisa ditunda dan tidak bersifat mendesak dan tidak menimbulkan efek apapun jika tidak dipenuhi.

Dengan memiliki perencanaan keuangan dalam keluarga, setidaknya kita dapat mengetahui kapan dan bagaimana uang kita gunakan. Kita juga dapat memproyeksi kapan akan memiliki sesuatu atau mengeluarkan uang sehingga tidak tergesa-gesa dan mudah tergoda dengan barang diskon yang sebenarnya tidak kita butuhkan yang akan berakhir di pojokan lemari atau gudang.

Related Posts

Lebaran Dimana ? Yuk, Kunjungi Destinasi Wisata Edukatif di Kota Bandung

Lebaran Dimana ? Yuk, Kunjungi Destinasi Wisata Edukatif di Kota Bandung

Hukum Memakai Baju Baru Saat Lebaran, Wajib ?

Hukum Memakai Baju Baru Saat Lebaran, Wajib ?

Ide Kegiatan Saat Puasa

Ide Kegiatan Saat Puasa

Referensi Akun Kajian Online Terfavorite

Referensi Akun Kajian Online Terfavorite

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welcome To My Blog

Hallo, perkenalkan Saya Devi Septiaris Dalimunthe.
Panggil saja Saya, Devi.
Saat ini berdomisili di Bandung dan bekerja di salah satu institusi pemerintah.

See more about me

Recent Posts

Blog’s Archive