Escape to West Sumatera : Edisi Painan, Pesisir Selatan

Escape to West Sumatera : Edisi Painan, Pesisir Selatan

Sudah lama sekali rasanya ingin ke Sumatera Barat, walaupun provinsi ini bersebelahan dengan provinsi kelahiran (Sumatera Utara) tapi setelah pindah provinsi ke Jawa Barat barulah terealisasi mengunjungi provinsi ini. 😀

Keinginan ini terealisasi berawal dari keinginan ayah (read : ayah mertua), berhari raya Idul Adha di Tanah Kelahirannya, daerah Painan, Sumatera Barat beserta anak, cucu dan menantunya. Jadilah saya sebagai menantu juga ikut mengunjungi Sumatera Barat ini.

Keluarga besar berangkat menggunakan penerbangan pagi Citilink dari Bandara Soekarno Hatta tiba di Bandara International Minangkabau dengan selamat. Alhamdulillah

Keluarga Besar tiba di Bandara Internasional Minangkabau
Pic Taken By : Bang Yose Reza


Perjalanan Menuju Painan

Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau kami sekeluarga besar langsung menuju ke Painan, Kab. Pesisir Selatan dijemput oleh Uda Hengki (Keponakan Ayah). Perjalanan menuju Painan terbilang lancar meskipun ada insiden mabuk darat (hahaha) sebab jalanan yang di pilih melewati Kawasan Mandeh yang terkenal pemandangan lautnya yang indah namun cukup berkelok-kelok tajam.

Lika Liku Jalan Di Kawasan Mandeh
Pic Source : sumbar.antaranews.com

Setibanya di Painan, kesan pertama yang didapat .. “Oo. ini kota Pantai :D” Setelah bersapa dengan Saudara-saudara Ayah, Kami sekeluarga menuju Hotel yang sudah dipesan, Hotel Saga Murni. Hotel Saga Murni tepat berada di depan Pantai Sago. Fasilitas hotel cukup baik, hanya saja jika ingin mandi menggunakan air panas tidak tersedia dikamar hotel. Tapi tidak terlalu segnifikan mengurangi nilai hotel karena cuaca di Painan, yang terletak dipesisir pantai tidak membutuhkan air panas untuk mandi. 🙂

Salah Satu Sisi Kawasan Mandeh


Hari Raya Idul Adha di Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Perayaan Idul Adha di Painan, terbilang sama seperti di daerah lain. Dimulai dengan Sholat Idul Adha dan dilanjutkan dengan Pemotongan Hewan Kurban. Namun ada yang unik pada saat sebelum melaksanakan sholat di Mesjid Nurul Yakin, Karang Pawuh, Painan, Pesisir Selatan. Dimana shaf jamaah muslimah space nya lebih banyak. Hal pertama dalam benak saya “aaah.. ternyata benar, laki-laki suku minang senang merantau, sehingga yang tinggal didaerahnya lebih banyak perempuan 🙂

Selain itu ada satu hal yang unik lagi, dimana biasanya hanya kotak infaq yang bergulir di antara jamaah namun di Mesjid Nurul Yakin, ajakan untuk infaq dan sodaqoh dilakukan layaknya seperti lelang. Jama’ah diajak secara terbuka dan langsung oleh pengurus mesjid untuk mengeluarkan sodaqoh terbaiknya. Jamaah juga terlihat antusias merespon ajakan pengurus mesjid. What’s a Beautiful Ukhuwah..

Wefie Menuju Mesjid Nurul Yakin, Karang Pawuh


Wisata di Kota Painan

Sudah berada di Kota Painan, selain mengunjungi saudara-saudara tentunya kami tidak melewatkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisatanya. Painan yang daerah pantai tentunya memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Namun karena keterbatasan waktu kami sekeluarga hanya bisa mengunjungi beberapa tempat wisata saja, diantaranya :

Pantai Carocok


Pantai Carocok Painan

Sekilas melihat pemandangan Pantai Carocok, kamu akan merasakan seperti berada di Selat Bosporus, Turki tapi minus bangunan-bangunannya sekaligus berada Pantai Losari Makasar. (Saya belum pernah sih mengunjungi Bosporus cuma liat di TV saja 😀, doakan bisa main kesana ya guys ). Pantai Carocok sepertinya mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah daerah setempat terlihat dengan pengelolaan yang cukup serius. Bagi yang membawa anak kesana, dianjurkan untuk membawa uang saku yang cukup banyak karena disana banyak permainan anak-anak yang membuat semua keponakan saya betah sampai tidak mau di ajak pulang padahal sudah waktunya kembali kehotel.

Pantai Carocok, diambil dari sisi yang seperti Bosporus in my eyes 😀


Pantai Sago, Pesisir Selatan

Pantai Sago tepat berada didepan rumah Kakak Ayah sehingga deburannya ombaknya pun terdengar, jadi kesempatan untuk melihatnya tinggal jalan sedikit saja. Pantai Sago sekarang terdiri dari Pantai yang berpasir dan pantai yang sudah dibentengi dengan batu-batu untuk menghindari pengikisan tanah oleh Ombak Air Laut.

Salah Satu Sisi Pantai Sago


Jembatan Akar

Cukup unik, jalan penghubung antara dua sisi sungai biasanya menggunakan jembatan yang terbuat dari kayu atau beton. Lainnya hal nya di puluik-puluik, kedua sisi sungai dihubungkan oleh jembatan yang berasal dari akar pohon yang saling kait-mengkait. Dibawah jembatan akar mengalir sungai yang masih asri dan bebatuan yang masih belum terlirik oleh pengusaha tambang batu. (Semoga…, demi kelestarian alam jangan sampai ditambang untuk keperluan komersil, Amin )

Jembatan Akar, Puluik-puluik, Painan,
Pesisir Selatan Sumatera Barat


Pulau Pasumpahan

Berada dekat dengan kawasan mandeh. Untuk menuju Pulau Pasumpahan hanya memerlukan waktu sekitar 10 Menit menggunakan kapal sewaan. Pada saat itu kami sekeluarga menyewa satu kapal seharga Rp. 500.000 untuk perjalan Pulang Pergi ke Pulau Pasumpahan dan baju pelampung untuk 14 orang (harusnya bisa lebih murah, silahkan ditawar saja kalau merasa kemahalan). Sesampainya di Pulau Pasumpahan setiap orang di minta Rp. 10.000 untuk semacam tiket masuk pulau.

Pemandangan air laut yang jernih dengan pasir putihnya yang bersih dan suasana pulau yang masih sepi jauh dari hiruk pikuk kota menjadi daya tarik tersendiri untuk Pulau Pasumpahan. Bagi yang menginginkan melihat sunset, Pulau Pasumpahan juga menyajikan suasana sunset yang ciamik. Selain itu dipulau ini juga saya melihat banyak mahasiswa yang mengadakan kemping. Jadi, jika ada rencana untuk kemping keluarga di pulau yang sepi serasa milik sendiri dengan pemandangan laut dan sunset yang bagus, Pulau Pasumpahan bisa menjadi bucket list.

Sunset di Pulau Pasumpahan

Sebenarnya masih banyak lagi destinasi wisata di Painan, Pesisir Selatan. Berhubung waktu yang terbatas sehingga hanya tempat-tempat diatas yang dapat kami kunjungin. Selanjutnya perjalanan keluarga di Sumatera Barat ini di lanjutkan ke Bukit Tinggi

Related Posts

Escape To West Sumatera : 2 Malam Wisata ke Bukit Tinggi

Escape To West Sumatera : 2 Malam Wisata ke Bukit Tinggi

Rantauprapat…. Kota Idaman

Rantauprapat…. Kota Idaman

4 Comments

  1. Wah, mirip selat Bosphorus mbak (padahal juga belum pernah ke sana :D) Saya belum pernah ke Sumatera,masih sekedar cita-cita, semoga bisa ke sana juga 🙂

  2. 500.000 untuk perjalan Pulang Pergi ke Pulau Pasumpahan dan baju pelampung untuk 14 orang, sama nih harganya kalau keliling pulau di Karimunjawa..
    Jadi pengen ke Sumatera nih liat postingannya mbak Devi..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welcome To My Blog

Hallo, perkenalkan Saya Devi Septiaris Dalimunthe.
Panggil saja Saya, Devi.
Saat ini berdomisili di Bandung dan bekerja di salah satu institusi pemerintah.

See more about me

Recent Posts

Blog’s Archive